Surabaya, BerkahLariso.my.id – Keputusan band punk Sukatani untuk menghapus lagu “Bayar Bayar Bayar” dari platform musik dan merilis video permintaan maaf kepada Kapolri telah memicu perdebatan tentang kebebasan berekspresi di Indonesia.
Menurut Pakar Budaya Universitas Airlangga (Unair), Puji Karyanto, keputusan Sukatani untuk menghapus lagu mereka sangat disayangkan karena menunjukkan adanya tekanan dan intervensi dari pihak tertentu.
Puji menjelaskan bahwa kebebasan berekspresi di dunia seni sangat penting dan harus dihargai. Karya seni seperti lagu Sukatani seharusnya dihargai karena tidak hanya menghibur, tetapi juga menyampaikan kritik yang penting untuk meluruskan masalah sosial.
Ia juga mengaitkan kejadian ini dengan fenomena yang lebih besar terkait kebebasan berkarya di Indonesia, seperti pembatalan pameran lukisan beberapa waktu lalu.
Tindakan band Sukatani untuk menarik lagu mereka dari platform musik seakan menjadi bukti bahwa tekanan terhadap kebebasan berekspresi semakin nyata dan harus diwaspadai.(*)
Sebagai bentuk apresiasi terhadap sumber berita, maka kami memberikan "backlink dofollow" untuk Berita Jatim . Hal ini bermanfaat untuk meningkatkan otoritas situs, kredibilitas situs, dan peringkat situs di mesin pencari. Tertarik bekerjasama? Hubungi kami »




