Surabaya – Isu dugaan praktik suap kembali mencuat di lingkungan kepolisian. Kali ini, Polsek Sukolilo menjadi sorotan setelah beredar kabar bahwa pihaknya menerima uang sebesar Rp 25 juta dari keluarga pelaku pencurian sepeda motor yang ditangkap.
Uang tersebut diduga digunakan untuk menghilangkan jeratan hukum terkait kasus narkoba yang menimpa salah satu pelaku berinisial AL (26). Namun, pihak kepolisian dengan tegas membantah tudingan tersebut.
AKP I Made Sutanaya selaku Kepala Unit Reserse Kriminal Polsek Sukolilo membantah adanya penyerahan uang dari pihak keluarga.
Dalam pernyataannya pada Minggu, 20 April 2025, Made mengatakan bahwa informasi tersebut sama sekali tidak benar dan menyesatkan.
“Kami tegaskan bahwa tidak pernah ada penyerahan uang sebesar Rp 25 juta dari pihak keluarga. Semua proses hukum kami jalankan secara profesional dan transparan,” jelas AKP Made Sutanaya.
Penangkapan terhadap AL dan satu tersangka lainnya yang berinisial BA dilakukan pada Minggu dini hari, 9 Maret 2025.
Keduanya tertangkap basah ketika hendak mencuri sepeda motor milik warga di wilayah Gebang Kidul, tepatnya di dekat gang Puskesmas, Sukolilo, Surabaya.
Saat penggeledahan, petugas menemukan alat isap sabu (bong) yang disimpan dalam dasbor motor yang digunakan kedua pelaku. Namun, dari hasil pemeriksaan lebih lanjut, tidak ditemukan barang bukti narkotika dalam bentuk sabu.
“Yang kami temukan hanya alat bong. Sedangkan zat narkotiknya sendiri tidak kami temukan. Oleh karena itu, proses hukum tetap berjalan sesuai dengan tindak pidana utama, yaitu pencurian kendaraan bermotor,” tambah Made.
Pihak keluarga pelaku juga memberikan klarifikasi atas tuduhan yang beredar. Dalam pertemuan resmi yang difasilitasi Polsek Sukolilo pada Rabu, 16 April 2025, dua perwakilan keluarga, yakni Irfandi dari pihak BA dan Supar dari pihak AL, membantah keras bahwa mereka pernah memberikan uang tunai kepada aparat kepolisian.
“Saya bersumpah bahwa kami tidak pernah memberikan uang sebesar Rp 25 juta. Saat ini adik saya dan temannya masih berada di dalam tahanan,” ungkap Supar.
Lebih lanjut, Supar menjelaskan bahwa dirinya telah membuat surat pernyataan resmi sebagai bentuk penegasan bahwa tidak pernah ada transaksi uang dalam bentuk apa pun kepada AKP Made maupun anggota lainnya.
Ia juga menegaskan bahwa pertemuan yang berlangsung pada Rabu itu merupakan kali pertama dirinya bertatap muka dengan pihak kepolisian, khususnya AKP Made.
“Kami siap jika sewaktu-waktu dimintai keterangan lebih lanjut. Surat pernyataan juga sudah kami buat sebagai bukti,” tegas Supar.
Dugaan suap yang beredar tanpa bukti ini diharapkan tidak mencoreng citra institusi kepolisian yang tengah berupaya menjalankan tugas secara profesional.
Pihak Polsek Sukolilo menegaskan akan menindaklanjuti kabar tersebut dengan transparan jika memang ada laporan resmi yang masuk.
Klarifikasi Dugaan Suap di Polsek Sukolilo: Polisi dan Keluarga Pelaku Curanmor Angkat Bicara
Dugaan penerimaan uang dari keluarga pelaku curanmor kepada pihak Polsek Sukolilo Surabaya dibantah keras oleh kepolisian maupun pihak keluarga.
Tidak ditemukan unsur narkotika dalam kasus tersebut, hanya alat isap yang turut diamankan. Semua pihak sepakat, tidak ada transaksi uang seperti yang diberitakan sebelumnya.(*)
Sebagai bentuk apresiasi terhadap sumber berita, maka kami memberikan "backlink dofollow" untuk Berita Jatim. Hal ini bermanfaat untuk meningkatkan otoritas situs, kredibilitas situs, dan peringkat situs di mesin pencari. Tertarik bekerjasama? Hubungi kami »






