TEL AVIV – Sebanyak 1.525 tentara Israel, termasuk perwira tinggi hingga jenderal, menandatangani petisi mendesak pemerintah Zionis Israel agar memprioritaskan pembebasan sandera di Gaza—bahkan jika harus mengorbankan penghentian perang.
Menurut laporan Maariv yang dikutip Anadolu (15/4/2025), petisi ini ditandatangani oleh prajurit dari berbagai pangkat, mulai dari sniper hingga mantan pejabat militer teras Israel.
Tuntutan Utama: Segera Bebaskan Sandera
Para penandatangan, termasuk veteran tank dan mantan perwira senior, mendesak pemerintah melakukan segala cara untuk memulangkan sandera, termasuk dengan menghentikan pertempuran. Di antara nama-nama penting yang terlibat adalah:
– Mantan PM Ehud Barak
– Mantan Kepala Staf Dan Halutz
– Mantan Kepala Intelijen Militer Amos Malka
– Mantan Komandan Brigade Lapis Baja Amnon Reshef
Gelombang Protes dari Kalangan Militer
Petisi ini adalah bagian dari serangkaian tekanan dari militer aktif dan veteran agar perang diakhiri dan sandera dipulangkan. Anadolu mencatat, setidaknya 10 petisi serupa telah beredar sejak Kamis lalu.
Respons Netanyahu: Ancaman Pemecatan
PM Benjamin Netanyahu mengancam akan memecat tentara aktif yang terlibat dalam petisi, sementara serangan Israel di Gaza terus berlanjut sejak 18 Maret—merusak gencatan senjata Januari lalu.
Korban Gaza dan Konsekuensi Hukum Internasional
Lebih dari 51.000 warga Palestina, terutama perempuan dan anak-anak, tewas sejak Oktober 2023. ICC telah mengeluarkan surat perintah penangkapan untuk Netanyahu dan mantan Menhan Yoav Gallant atas dugaan kejahatan perang. Israel juga menghadapi tuduhan genosida di ICJ.(*)
Sebagai bentuk apresiasi terhadap sumber berita, maka kami memberikan "backlink dofollow" untuk SindoNews. Hal ini bermanfaat untuk meningkatkan otoritas situs, kredibilitas situs, dan peringkat situs di mesin pencari. Tertarik bekerjasama? Hubungi kami »






