Bukittinggi, Sumatera Barat – Taman Margasatwa dan Budaya Kinantan (TMSBK) atau Bukittinggi Zoo baru saja menyambut anggota baru dalam keluarga satwanya: seekor bayi harimau Sumatra (Panthera tigris sumatrae) betina berusia 3,5 bulan. Kehadiran satwa langka ini semakin memperkuat peran lembaga konservasi dalam pelestarian fauna endemik Sumatra.
Perkenalan Resmi Bersama Walikota
Menurut Kepala Dinas Pariwisata Bukittinggi, Rofie Hendria, bayi harimau bernama Banun Kinantan ini akan diperkenalkan secara resmi pada 28 April 2025 bertepatan dengan acara pertemuan Asosiasi Pemerintah Kota Seluruh Indonesia (APEKSI). “Momen ini menjadi kesempatan istimewa untuk menunjukkan komitmen kami dalam konservasi satwa dilindungi,” ujar Rofie dalam keterangan pers Jumat (18/4/2025).
Profil Banun Kinantan
Drh. Yoli Zulfanedi, dokter hewan TMSBK, mengungkapkan bahwa Banun lahir pada 28 Desember 2024 dari pasangan induk Mantagi (10 tahun) dan Bujang Mandeh (12 tahun). “Kelahiran ini meningkatkan total populasi harimau Sumatra di sini menjadi 8 individu, belum termasuk satu individu dalam masa observasi,” jelas Yoli.
Informasi Lengkap Harimau Sumatra di TMSBK
- Bancah: Jantan (20+ tahun)
- Dara Jingga: Betina (16 tahun)
- Bujang Mandeh: Jantan (12 tahun)
- Mantagi: Betina (10 tahun)
- Bujang Kinantan: Jantan (8 tahun)
- Yani: Betina (8 tahun)
- Boncel: Jantan (7 tahun)
- Banun Kinantan: Betina (3,5 bulan)
Kisah Si Mauang: Harimau Hasil Evakuasi
Selain kedelapan harimau tersebut, TMSBK juga merawat Si Mauang, harimau betina berusia 3-4 tahun yang dievakuasi dari Agam pada Maret 2025 akibat konflik dengan warga. “Kami masih mengevaluasi apakah akan melepasliarkannya atau menjadikannya bagian dari program konservasi,” tambah Yoli.
Peran Penting Lembaga Konservasi
Sebagai lembaga konservasi di bawah pengawasan Balai KSDA Sumbar, TMSBK telah membuktikan kemampuan dalam pengembangbiakan ex-situ (di luar habitat alami). Keberhasilan ini menjadi angin segar mengingat status harimau Sumatra sebagai spesies critically endangered dengan populasi kurang dari 400 individu di alam liar.

Dengan menggabungkan fungsi wisata dan konservasi, Bukittinggi Zoo terus berkomitmen menjadi pusat edukasi biodiversitas Sumatra sekaligus penjaga warisan alam bagi generasi mendatang.(*)
Sebagai bentuk apresiasi terhadap sumber berita, maka kami memberikan "backlink dofollow" untuk SindoNews. Hal ini bermanfaat untuk meningkatkan otoritas situs, kredibilitas situs, dan peringkat situs di mesin pencari. Tertarik bekerjasama? Hubungi kami »





