Gagal Beli Mobil Esemka, Remaja Solo Gugat Jokowi, Ma’ruf Amin, dan PT Solo Manufaktur Kreasi

Gagal Beli Mobil Esemka, Remaja Solo Gugat Jokowi, Ma’ruf Amin, dan PT Solo Manufaktur Kreasi

Profil Aufaa Luqman, Adik Almas Tsaqibirru Penggugat Jokowi Gara-gara Gagal Beli Mobil Esemka

Siap dibaca

SOLO – Aufaa Luqman Re A (19), seorang remaja asal Ngoresan, Jebres, Solo, Jawa Tengah, menjadi sorotan publik setelah mengajukan gugatan terhadap mantan Presiden Joko Widodo (Jokowi), Wakil Presiden KH Ma’ruf Amin, dan PT Solo Manufaktur Kreasi ke Pengadilan Negeri (PN) Solo pada Selasa, 8 April 2025.

Putra dari aktivis antikorupsi Boyamin Saiman ini menggugat lantaran gagal membeli mobil Esemka tipe Bima Pick-up yang rencananya akan digunakan sebagai modal usaha jasa angkutan barang.

Aufaa, yang merupakan adik dari Almas Tsaqibirru—pemuda yang pernah memenangkan gugatan di Mahkamah Konstitusi (MK) dan berpengaruh dalam jalannya Pilpres—berharap gugatannya kali ini juga sukses.

Kuasa hukum Aufaa, Sigit N Sudibyanto, membenarkan bahwa kliennya adalah adik dari Almas. “Benar, klien kami adalah adik kandung dari Almas Tsaqibirru,” ujarnya pada Rabu (9/4/2025).

Menurut Sigit, Aufaa telah lama tertarik dengan mobil Esemka sejak pertama kali diluncurkan oleh Jokowi saat masih menjabat Wali Kota Solo pada 2012. Namun, kliennya merasa dibohongi karena janji produksi massal mobil tersebut tidak kunjung terwujud.

Gugatan perdaa tersebut telah terdaftar di PN Solo dengan nomor perkara PN SKT-08042025051. Ada dua poin utama dalam tuntutan Aufaa:

1. Wanprestasi – Para tergugat dinilai gagal memenuhi janji produksi massal mobil Esemka.
2. Ganti Rugi – Aufaa menuntut ganti rugi materiil senilai Rp300 juta (setara harga 2 unit Esemka Bima Pick-up) serta meminta penyitaan aset PT Solo Manufaktur Kreasi sebagai jaminan.

Mobil Esemka sempat menjadi simbol kebanggaan nasional saat dipromosikan Jokowi, bahkan dibawa dari Solo ke Jakarta untuk diperkenalkan ke publik. Pada 2019, Jokowi juga meresmikan pabrik perakitannya di Boyolali. Namun, hingga kini, produksi massalnya tak kunjung terealisasi.

---

Editor : Mashuri

Sumber : SindoNews

COPYRIGHT © 2025 BerkahLariso.my.id

Sebagai bentuk apresiasi terhadap sumber berita, maka kami memberikan "backlink dofollow" untuk SindoNews. Hal ini bermanfaat untuk meningkatkan otoritas situs, kredibilitas situs, dan peringkat situs di mesin pencari. Tertarik bekerjasama? Hubungi kami »

Exit mobile version